Ketua PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang Muslim Mubarok.(ist)

Doeta News, Tangerang - PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) yang dikenal dengan PNM melalui unit usaha Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), melatih cara mengatur keuangan kepada  60 kaum ibu di Regional Tangerang terutama wilayah Balaraja, Kamis (11/9/2020).

Pelatihan kepada mereka yang merupakan nasabah perusahaan plat merah di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis sekaligus motivasi berwirausaha langsung kepada pelaku usaha di kalangan ibu-ibu prasejahtera.

Kegiatan pelatihan dilakukan secara webinar yang diikuti antusias kaum ibu yang juga nasabah PNM Mekaar. Turut hadir Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PT. PNM Rizky Wisnoentoro, konsultan keuangan Amelia Agustin, dan Ketua PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang Muslim Mubarok.

Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha  PT. PNM Rizky Wisnoentoro, dalam sambutannya  menegaskan hadirnya PNM yang mendapat amanah dari negara untuk memberikan jasa pembiayaan dan permodalan telah menjalankan dengan baik. Selain memberikan modal financial dalam bentuk pembiayaan. PNM juga memberikan modal intelektual dengan berbagai macam bentuk pelatihan. Disamping itu PNM juga memberikan modal sosial yang diberikan bersamaan dengan pemberian modal intelektual.

"PT PNM ini yang diamanahi oleh negara untuk memberikan pembiayaan tidak hanya pembiayaan financial dalam bentuk pembiayaan juga memberikan permodalan dalam bentuk intelektual. Pelatihan secara online yang saat ini dilakukan juga sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab PNM  terhadap para nasabahnya di tengah wabah Covid-19 yang menjangkiti seluruh belahan dunia," ungkap Doktor lulusan dari Malaysia itu.

Mantan Staff Ahli Dirut PNM itu juga mengajak kepada semua nasabah dan insan PNM untuk tetap semangat, terus berkreasi dan berinovasi  dalam segala hal agar bisa bertahan di masa pandemi.”Yakin kita pasti bisa,” tegasnya.

Sementara Amelia Agustin mengingatkan,  bahwa perubahan terus terjadi dalam setiap lini kehidupan termasuk juga trend gaya busana dan gaya hidup. Tak lagi ada pembatas antara desa dan kota, dewasa ini tidak lagi ada skat perbedaan gaya hidup.

Perubahan pola dan gaya hidup yang tidak lagi ada pembatas antara dunia maya dengan dunia nyata itulah acapkali menjebak Ibu-Ibu lupa membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Ia menegaskan hidup adalah perubahan dan perjalanan waktu. “Jadi jika kita tidak pinter-pinter mengelola dan mengatur keuangan rumah tangga tunggu saatnya kehancuran ekonomi rumah tangga melanda,” tegasnya.

Amel mengajak kaum ibu di wilayah Balaraja ini senantiasa mengupdate diri dengan perubahan sekaligus memanfaatkan sesuatu di sekitar tempat tinggal masing-masing. Jeli dan teliti menjadi peluang bisnis dan usaha untuk menambah tingkat kesejahteraan rumah tangga serta menjadikannya aset yang dimiliki menjadi produktif,  bukan menjadi beban dari perekonomian rumah tangga.

Sedangkan, Ketua PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang Muslim Mubarok mengungkapkan yang membedakan antara PNM dengan lembaga keuangan lain adalah dengan adanya program Pengembangan Kapasitas Usaha. Program ini di antaranya pelatihan yang dilakukan kepada kelompok Mekaar di wilayah Tangerang 7.

“Jadi PNM selain memberikan modal finansial juga memberikan modal intelektual dan modal sosial. Pemberian modal intelektual diberikan dalam bentuk pelatihan maupun motivasi usaha. Biasanya pelatihan sekaligus sebagai ajang pemberian modal sosial, yakni nasabah disarankan agar tukar pengalaman dan saling bersinergi dengan nasabah lain,” ujarnya.

Program lain adalah Sinergy antara Nasabah Mekaar dengan ULaMM (Unit Layanan Modal Micro), yakni Unit Usaha dari PNM dengan plafond pinjaman antara Rp 50 juta hingga Rp 300 juta. Polanya adalah kerjasama timbal balik saling menguntungkan yakni seperti yang terjadi di wilayah  Tangerang, nasabah UlaMM menampung hasil kerajinan Ibu-ibu Mekaar untuk dijual ke pasar yang lebih luas atau sebaliknya Ibu-Ibu Mekaar menjadi pengecer atau reseller Nasabah UlaMM.

Di samping itu, kata Muslim, PKU dimaksudkan untuk menjaga loyalitas nasabah di samping sebagai sarana menambah nasabah baru melalui pola getok tular antar nasabah dengan yang belum menjadi nasabah.“Dengan pelatihan semacam ini diharapkan nasabah PNM bisa lebih mandiri lagi bisa mengembangkan usaha mereka untuk jadi lebih maju dan bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga kita bisa membantu perekonomian keluarga," tutupnya.(rls/setia)



Ekonomi



Share :

Belum ada komentar

Komentar