Ilustrasi logo PNM.(ist)

Tangerang, Doeta News - PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang dikenal dengan PNM melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) melatih membuat laporan keuangan sederhana kepada 250 kaum ibu yang merupkan nasabah ULaMM Pantas di Cabang Tangerang, pada Rabu  (17//2/2021) .

Nasabah dilatih secara daring lewat aplikasi pesan group Whats App. Nasabah itu tersebar di 3 Unit di wilayah Kabupaten Tangerang yakni Unit Balaraja,Unit Cikupa, Unit Pasar Curug.Unit Malabar,Unit Pasar Anyar, Unit Cipondoh, Unit Kalideres Syariah, Unit Cengkareng, Unit Ciledug, Unit Slipi, Unit Ciputat, dan Unit Serpong BSD

Nasabah ULaMM Pantas adalah nasabah Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang telah naik kelas menjadi nasabah ULaMM. Pelatihan kepada kaum ibu yang merupakan nasabah perusahaan plat merah di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis sekaligus motivasi berwirausaha langsung para pelaku usaha di kalangan ibu-ibu.

Dedi Siswoko, Pilot Project Manager PNM ULaMM Pantas Cabang Tangerang dalam sambutannya mengungkapkan, diadakannya Pelatihan Pencatatan hasil usaha dengan mudah yang diselenggarakan menggunakan aplikasi pesan Whats App dari rumah masing-masing nasabah dimaksudkan untuk membekali Nasabah Pantas ini agar tetap bertahan dengan menerapkan kebijakan uang ketat di rumah tangga masing-masing.

Apalagi di tengah menghadapi kondisi wabah Covid-19 yang masih terasa. Ini juga guna menjaga daya tahan ekonomi masyarakat pada umumnya dan kesejahteraan keluarga nasabah pada khususnya. "Dampak Covid-19 tidak hanya dialami oleh kalangan strata ekonomi rendah, menengah bahkan kelas orang kaya. Ibu-ibu harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarga dan berbelanja hanya hal-hal sifatnya sangat perlu dan mengesampingkan hal-hal yang tidak terlalu penting.” ujar ayah dari 3 anak itu.

Lebih lanjut diungkapkan Dedi yang juga Asisten Manager Bisnis ULaMM PNM Cabang Tangerang itu, Nasabah ULaMM Pantas yang baru berjalan 3 bulan sejak bulan Nopember 2020 menyebutkan bahwa pelatihan kali ini merupakan Pelatihan Pertama dengan Grading Sistem Kuning 1 di Tahun 2021.

Ia mengharapkan kepada Ibu-Ibu nasabah ULaMM Pantas yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan yakni saat masih menjadi Nasabah Mekaar untuk menpraktikan ilmu yang telah diperolehnya, “Kita tidak sembarangan melakukan pelatihan nantinya percuma kalau kita adakan pelatihan tapi tidak ditindak lanjuti oleh mereka," ujarnya

Pada kesempatan yang sama Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PT. PNM (Persero), Rizky Wisnoentoro menegaskan bahwa hadirnya PNM yang mendapat amanah dari negara untuk memberikan jasa pembiayaan dan permodalan telah menjalankannya dengan baik. 

Selain memberikan modal finansial dalam bentuk pembiayaan.PNM juga memberikan modal intelektual dengan berbagai macam bentuk pelatihan. Di samping itu lanjutnya PNM juga memberikan modal sosial yang diberikan bersamaan dengan pemberian modal intelektual. 

 "PT PNM ini tidak hanya pembiayaan finansial tapi juga memberikan permodalan dalam bentuk intelektual. Pelatihan secara online yang saat ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab PNM terhadap para nasabahnya di tengah wabah Covid-19 yang menjangkiti seluruh belahan dunia," ungkap Doktor lulusan universitas di Malaysia ini.

Mantan Staff Ahli Dirut PNM itu juga mengajak kepada semua nasabah dan insan PNM untuk tetap semangat, terus berkreasi dan berinovasi dalam segala hal agar bisa bertahan di masa pandemi maupun saat sekarang yakni new normal. ”Yakin bisa pasti bisa”, tegasnya. 

Hadir pada pelatihan ini Tim Project ULaMM Pantas antara lain Naik N.Manik selaku Manager Bisnis ULaMM Pantas, Dedi Siswoko selaku Pilot Project Manager ULaMM Pantas, Tim PKU serta sejumlah AOM ULaMM Pantas Cabang Tangerang. 

Tampil sebagai pemateri Yunitasari Christanti, SE.MM, dosen Manajemen Bisnis Binus yang juga pelaku serta pembina UKM. Dalam pemaparannya kepada peserta nasabah ULaMM Pantas menekankan pentingnya membuat catatan pembukuan usaha. Ini untuk mengetahui usaha tersebut sebenarnya rugi atau untung.

Menurutnya, melalui manfaat pembukuan dapat menekan resiko kehilangan produk, asset, uang dan barang.“Melalui pencatatan hasil usaha dengan rutin bisa diketahui sebenarnya usaha yang dijalankan prospektif atau justru sebenarnya merugi,” ujar ibu tiga anak itu. 

Di tempat yang sama, Muslim Mubarok, Ketua PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang mengungkapkan bahwa yang membedakan antara PNM dengan lembaga keuangan lain adalah adanya Pengembangan Kapasitas Usaha. Program ini di antaranya pelatihan yang dilakukan kepada Kelompok Mekaar di Wilayah Tangerang 7. 

“Jadi PNM selain memberikan modal finansial juga memberikan modal intelektual dan modal sosial. Pemberian modal intelektual diberikan dalam bentuk pelatihan maupun motivasi usaha.Dan biasanya pelatihan sekaligus sebagai ajang pemberian modal sosial, yakni nasabah disarankan agar bertukar pengalaman dan saling bersinergi dengan nasabah lain,” ujarnya. 

Program lainnya adalah Sinergy antara Nasabah Mekaar dengan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), yakni Unit Usaha dari PNM dengan plafond pinjaman antara Rp 50 juta hingga Rp 300 juta. 

Polanya adalah kerjasama timbal balik saling menguntungkan yakni seperti yang terjadi di wilayah Serang, nasabah UlaMM menampung hasil kerajinan Ibu-ibu Mekaar untuk dijual ke pasar yang lebih luas atau sebaliknya nasabah Mekaar menjadi pengecer atau reseller nasabah UlaMM.    

Menurutnya, PKU dimaksudkan untuk menjaga loyalitas nasabah di samping sebagai sarana menambah nasabah baru melalui pola getok tular antar nasabah dengan yang belum menjadi nasabah.“Dengan pelatihan semacam ini diharapkan nasabah PNM lebih mandiri lagi bisa mengembangkan usaha mereka untuk jadi lebih maju, bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga kita dan bisa membantu perekonomian keluarga," tutupnya.(rls/setia)

               



EKONOMI



Share :

Belum ada komentar

Komentar