Eksplorasi Panas Bumi

Eksplorasi Panas Bumi. Istimewa

Doeta News, Jakarta (12/01/2021) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan dana senilai Rp450 miliar, untuk pengeboran eksplorasi panas bumi pada 2021.

Menurut Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari,  dana tersebut digunakan untuk pengeboran di tiga lokasi wilayah kerja panas bumi (WKP).

Tiga WKP tersebut memiliki potensi sumber daya mencapai 112 megawatt dan rencana pengembangan 60 MW.

"Anggaran Rp450 miliar ada di Badan Geologi. Ini untuk pengeboran di tiga lokasi, yaitu WKP Cisolok Cisukarame di Sukabumi, Jawa Barat, WKP Bituang di Sulawesi Selatan, dan WKP Nage di Nusa Tenggara Timur," kata Ida dalam keterangannya.

Ia menuturkan, pengeboran eksplorasi ini merupakan bagian dari program government drilling yang dicanangkan Kementerian ESDM sebagai strategi  untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi.

Melalui program ini, pemerintah akan meningkatkan kualitas data wilayah kerja panas bumi sebelum nantinya ditawarkan kepada badan usaha melalui proses lelang.

Tahapan eksplorasi merupakan tahapan dengan tingkat risiko kegagalan yang paling besar.

Ia menambahkan, eksplorasi oleh pemerintah diharapkan dapat meningkatkan minat investor dalam mengembangkan panas bumi, karena faktor risiko kegagalan dalam eksplorasi panas bumi telah ditanggung oleh pemerintah.

Sepanjang 2020—2024, pemerintah akan melakukan pengeboran pada 20 WKP dengan potensi sumber daya mencapai 1.844 MW dan rencana pengembangan hingga 683 MW.

Sebelumnya, Menteri ESDM  Arifin Tasrif berkomitmen untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Sehingga semua sektor energi yang digarap bersamaan demi mendapatkan kebermanfaatan maksimal.

"Kita ingin memanfaatkan sumber energi yang ada," kata Arifin.

Menurutnya, dari sisi energi baru terbarukan (EBT), pemerintah juga memanfaatkan energi panas bumi, angin, air, sampai energi surya. Dua sektor ini terus digarap pemerintah meskipun terlihat berseberangan.

"Kita memanfaatkan ini semua, utamanya untuk bauran 23 persen penggunaan EBT di tahun 2025 karena ini komitmen kita," tambahnya.

(ifand0/DN)



ESDM



Share :

Belum ada komentar

Komentar