32.1 C
Jakarta
Rabu, 10 Agustus 2022
spot_img

Pilar Kunjungi Korban Kebakaran

Dengarkan Keluhan Warga

Doetanews.com, Ciputat—Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mendatangi korban kebakaran lapak Pasar Ciputat, Tangsel, Jumat (13/05/2022). Dalam kunjungan tersebut Pilar mendengarkan keluhan warga yang mengungsi di mushalah RT 001, RW 001, Kecamatan Ciputat.

Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan didampingi Kepala Dinas Sosial Apendi, Kepala Dinas Perdagangan Heru Agus, Kepala Disperkimta Aries Kurniawan, Kepala Bappedalitbangda Eki Herdiana, Kepala BPKAD Tangsel Wawang Kusdaya, Sekdisdukcapil Ucok Siagian, Kepala Damkar dan Penyelamatan Bani Khosyatullah, dan Kepala Dishub Chaerudin.

Pilar menjelaskan bahwa pihaknya ikut berbelasungkawa terhadap musibah yang terjadi di kawasan Pasar Ciputat. Sementara saat ini tim evakuasi sudah diturunkan seperti Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, dan juga beberapa aparat dari berbagai OPD.

“Kami Pemerintah Kota Tangsel turut belasungkawa. Kami juga berusaha maksimal, terjunkan langsung Damkar untuk melakukan evakuasi,” ujar Pilar.

Dia menambahkan bahwa hal penting yang harus diperhatikan adalah pengecekan kesehatan.

“Kita turunkan tim medis untuk stand by di sini, agar masyarakat bisa memeriksakan kesehatannya,”ungkap Pilar kepada warga yang mengungsi di mushalah.

“Bapak-Ibu, jika ada yang ingin disampaikan, sampaikan saja apa yang dibutuhkan,” ujar Pilar kepada warga. Mereka pun menyampaikan kebutuhan apa saja kepada Wakil Wali Kota Tangsel.

“Butuh popok, susu, matras, dan lainnya,” ungkap Meta.

Kemudian Pilar juga memberikan amanat kepada Camat dan Lurah agar bisa berkonsentrasi dan berembuk kepada warga agar bisa mencari solusi terbaik terhadap situasi yang sedang terjadi, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Saat ditanya Pilar, cerita awal kebakaran seperti apa, salah satu korban, Meta, menjelaskan bahwa kejadian tersebut muncul di area pedagang daging. Api merambat cepat karena material bangunan yang mudah terbakar. Sehingga pada saat proses pemadamannya juga terhambat.

”Tapi saat itu langsung ada pemadam kebakaran. Jadi ya sudah tidak merambat lebih jauh. Meskipun memang ada sebagian yang rumahnya hancur dan harus dibangun ulang,” ujar Meta.

Saat ini barang yang dibutuhkan korban adalah susu bayi, popok bayi, obat-obatan, alat shalat, seperti mukena dan sajadah. Selain itu juga warga meminta kepada pemerintah untuk membantu proses pembangunan kawasan tersebut menjadi sedia kala.

Untuk hal ini, Pilar akan mendiskusikan solusi yang terbaik. “Karena ini tanah pribadi bukan pemerintah dan ada sebagian yang kontrak, kita akan pelajari secara hukum, yang terbaik seperti apa,” jelasnya.

Namun Pilar akan mencari solusi terbaik dengan mengontrakkan terlebih dahulu warga yang menjadi korban.

“Di Dinas Perkimta ada anggaran itu, nanti kita lihat berapa lama dan di mana untuk kontrak sementara,” jelasnya.

Kepala Dinas Perkimta Aries Kurniawan menjelaskan, untuk solusi terdekat akan dikontrakan selama 3 bulan hingga 6 bulan, sampai proses ini selesai ditangani.

“Kita akan kontrakkan, tetapi untuk lokasi dan di mananya koordinasinya dengan wilayah, seperti kelurahan dan kecamatan,” ungkapnya.

Pilar pun berpesan, saat masih dalam proses penanganan, warga dilarang untuk membangun kios di lahan tersebut.

“Saya berpesan jangan dibangun, kita tunggu prosesnya, karena dinas perindustrian akan mencari solusi terkaik untuk para pedagang, Dinas Perkim akan mencari solusi untuk kontrakkan warga, Dinas Sosial akan memenuhi kebutuhan makan dan minum selama di pengungsian, Dinas Kesehatan akan stand by untuk pemeriksaan kesehatan, Dinas Disdukcapil akan mendata dan mencetak dokumen yang rusak,” jelasnya.

WARTA TERKAIT

WARTA IKLAN

- Advertisment -
Google search engine

WARTA TERKENAL