24.7 C
Jakarta
Rabu, 6 Juli 2022
spot_img

Pelaku Pencurian Hasil Laut lndonesia Berhasil Ditangkap

Merugikan PT Sutioso Bersaudara

Doetanews.com, Jakarta—Beberapa waktu yang lalu, Polda Maluku berhasil menangkap Haryono, fishing master yang juga nakhoda kapal PT Sutioso Bersaudara, di Tegal, Jawa Tengah.

Pelaku pencurian ikan di tengah laut ini dibawa ke Jakarta. Kemudian pada Minggu malam (22/05/2022) Haryono dibawa ke Pengadilan Tinggi Maluku untuk menjalani proses hukum yang berlaku.

Alwie Syarif Haddad, Direktur PT Sutioso Bersaudara, menjelaskan dalam konferensi persnya pada Sabtu (21/05/2022) di Hotel JP, Penjaringan, Jakarta Utara. Nahkoda yang berhasil ditangkap Polda Maluku ini sudah lama bekerja di PT Sutioso Bersaudara.

Dianggap sudah cukup senior dan memiliki jam terbang tinggi, Haryono kemudian dipercaya sebagai fishing master.

“Ini kami lakukan pada tahun 2014 karena Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti melarang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan Indonesia,” jelasnya.

“Kenapa Haryono? Karena dia telah banyak belajar dari fishing master kami yang berasal dari Filipina. Kami percaya penuh bahwa Haryono bisa menjadi pengganti TKA asal Filipina tersebut,” kata Alwie.

Namun, kepercayaan yang diberikan PT Sutioso Bersaudara dikhianati Haryono. Setahun yang lalu, tepatnya April 2021, pria asal Tegal ini tertangkap tangan sedang memindahkan hasil tangkapan ikannya ke kapal kursin miliknya sendiri.

“Kami yang awalnya tidak percaya atas laporan ABK (anak buah kapal) lainnya sudah pasti kaget. Orang yang sudah lama bekerja di perusahaan kami ini tega melakukan pengkhianatan dengan memindahkan hasil tangkapan ikan ke kapal miliknya,” jelas Alwie.

Hal ini langsung mendapat respons cepat dari manajemen PT Sutioso Bersaudara dengan melaporkan Haryono ke Polda Maluku.

“Alhamdulillah, laporan kami mendapat respons yang sangat bagus dari Polda Maluku. Haryono selain merugikan perusahaan juga telah merugikan negara dan daerah karena perpindahan ikan di tengah laut tidak terpungut biaya retribusi,” katanya.

Alwie menjelaskan bahwa Haryono telah merugikan perusahaan karena telah mengambil ikan seberat 45 ton.

“Jika ditotal, perusahaan rugi 1 miliar rupiah,” kata Alwie.

Marzuki Yazid, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perikanan Tangkap Terpadu (Aspertadu), yang hadir secara virtual melalui Zoom, menyambut baik tindakan Polda Maluku yang telah menangkap Haryono di rumahnya di Tegal.

Menurut Marzuki, penangkapan ini menjadi bukti bahwa pencurian ikan di tengah laut berhasil diusut tuntas oleh polisi sehingga tidak merusak nama baik ABK dan nakhoda yang ada di Indonesia pada umumnya.

“Pada prinsipnya, Aspertadu mengapresiasi aparat penegak hukum yang mau membantu memulihkan kembali kepercayaan investor,” jelas Marzuki.

Lebih lanjut Marzuki mengatakan bahwa dengan adanya kasus ini, atensi pemerintah yang membuat kebijakan melarang pemakaian TKA harus ditinjau ulang. Dengan demikian kejadian pada PT Sutioso Bersaudara yang menjadi anggota Aspertadu tidak terjadi pada perusahaan perikanan lainnya.

“Kalau TKA bisa kembali dipakai, saya optimis akan memunculkan investor yang dapat menanamkan modalnya kembali di Indonesia,” jelasnya.

Namun, jika tetap tidak dizinkan, Aspertadu akan menyekolahkan ABK dan nahkoda untuk menjadi fishing master. Untuk itulah Aspertadu telah melakukan kerja sama dengan sekolah perikanan di SPM (Sekolah Pelayaran Menengah).

Tentang Aspertadu

Asosiasi Pengusaha Perikanan Tangkap Terpadu Indonesia atau biasa disingkat Aspertadu merupakan asosiasi yang dibentuk pengusaha perikanan tangkap terpadu yang berada di Indonesia. Aspertadu pada saat ini berdomisili di Jalan Gedong Panjang, Jakarta, Indonesia 11240.

WARTA TERKAIT

WARTA IKLAN

- Advertisment -
Google search engine

WARTA TERKENAL