28.6 C
Jakarta
Rabu, 6 Juli 2022
spot_img

Fakultas Hukum Universitas Pamulang Lakukan Sosialisasi Perlindungan Anak

Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Setu

Doetanews.com, Serpong—Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk melakukan sosialisasi Perlindungan Anak yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Setu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat (27/05/2022).

Sekretaris Kelurahan Setu Ade Hermansyah, S.Sos. berharap masyarakat menjadi paham terhadap aturan hukum yang berlaku di Indonesia tentang perlindungan hukum kepada anak dari tindak kekerasan.

Menurut Ade, perlindungan anak sudah tercantum dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.

“Jika masyarakat, khususnya orangtua, melakukan kekerasan kepada anak, itu sudah diatur dalam undang-undang. Jadi, apa pun jenis tindakan kekerasan kepada anak sudah ada aturan hukumnya. Semoga apa yang disampaikan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Pamulang bisa menjadi ilmu pengetahuan baru bagi masyarakat Kelurahan Setu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan,” kata Ade.

Sekretaris Kelurahan Setu ini juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan materi yang disampaikan para mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Pamulang.

“Memang di masyarakat kita banyak sekali yang buta hukum. Dengan adanya kegiatan yang digagas Universitas Pamulang, diharapkan masyarakat menjadi melek hukum, khususnya masyarakat yang hadir dan terlibat sebagai pengurus maupun anggota karang taruna,” ujar Kukut.

Yanah, sebagai ketua RT di Kelurahan Setu yang menjadi peserta pada acara tersebut, mengungkapkan bahwa ada beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungannya.

Yanah menceritakan bahwa di lingkungannya ada seorang anak kecil yang selalu berteriak sakit, yang diduga dipukuli neneknya. Ketika sang nenek ditanya, dia berkilah bahwa si anak terlalu berlebihan dengan berteriak-teriak kesakitan.

Suganda Wijaya, selaku ketua pelaksana kegiatan PKM, turut prihatin atas insiden yang diungkapkan Yanah. Dia berharap para audiensi memiliki ilmu baru, bisa menemukan solusi sesuai peraturan hukum yang berlaku, dan dapat memahami tuntutan yang terdapat di undang-undang tersebut.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, semoga materi yang disampaikan dapat bermanfaat bagi para audiensi, khususnya orangtua yang hadir dalam kegiatan ini,” ujar Suganda Wijaya.

Dengan meredanya kasus Covid-19, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bisa diselenggarakan dengan baik di Kelurahan Setu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.

Acara PKM ini merupakan bagian dari program Universitas Pamulang yang mewajibkan mahasiswanya memberikan keilmuan sesuai prodi yang dipilih dan dipelajari.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan upaya mahasiswa, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengedukasi masyarakat dalam menjawab persoalan yang mereka hadapi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang membagikan hadiah kepada audiensi yang telah bertanya kepada pemateri saat acara itu berlangsung.

Acara tersebut ditutup dengan penyerahaan cendera mata dari Universitas Pamulang kepada pihak Kelurahan Setu.

WARTA TERKAIT

WARTA IKLAN

- Advertisment -
Google search engine

WARTA TERKENAL