Terdakwa Shabu-Shabu

Doetanews.com, Jakarta Pusat—Setelah melalui proses persidangan akhirnya tiba giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat membacakan requisitoir (tuntutan), pada Selasa (30/11/2021). Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Nur Winardi memimpin Tim JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam requisitoir tersebut, Tim JPU yang diwakili Guntur Adi Nugraha dan Danang Dermawan menuntut hukuman mati kepada dua terdakwa yang diduga terlibat sindikat narkotika jenis sabu-sabu. 

Pasalnya, kedua terdakwa, Honi Aprizal alias Apri alias Oni bin Aby Tubagus dan Nur Rachman alias Dade alias Ivan bin Manin Permana ini, menyimpan shabu-shabu seberat 264 kilogram lebih. Selain itu, keduanya juga merupakan residivis dalam kasus yang sama. 

Usai sidang, Kasi Intelijen Kejari Jakarta Pusat Bani Immanuel Ginting menyatakan, kedua terdakwa itu dituntut JPU dengan hukuman mati. Sedangkan perbuatannya dilakukan keduanya pada Maret 2021. Mereka berencana mengantar shabu tersebut menuju Rawa Kalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. 

"Perbuatan kedua terdakwa itu, berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan pertimbangan JPU menuntut hukuman mati antara lain karena keduanya adalah residivis dalam kasus yang sama dan anggota sindikat jaringan international," ujarnya. 

Menurut Bani selain barang bukti shabu seberat 264 kilogram itu, ada juga barang bukti lainnya seperti dua unit ponsel, sepasang sandal warna merah, sweater warna biru-putih, topi warna putih, dan kaos warna putih. 

"Semua barang bukti dituntut oleh tim JPU untuk dirampas dan dimusnahkan," ucap Bani, "sedangkan untuk barang bukti satu unit mobil beserta kunci kontak dan STNK dirampas dan akan dilelang untuk negara.

Pewarta: Herman dan Amri S



Narkotika Shabu-Shabu Kejari



Share :

Belum ada komentar

Komentar